- Jaga Imunitas Ternak, DKPP Purworejo Tuntaskan 2.925 Dosis Vaksin PMK
- Belajar bikin Pestisida Nabati bareng-bareng
- Antisipasi Gagal Panen, Poktan Kyai Dukuh Kroyokulon Gelar Gerakan Pengendalian Wereng Batang Coklat
- MUDAH, Perbanyakan Jamur Beauveria Bassiana dengan Media Beras
- Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Lestari (P2L), KWT Sido Dadi Siap Wujudkan Pekarangan Produktif dan Dukung Penurunan Stunting
- SURVEY LAPANGAN IRIGASI PERPOMPAAN TENAGA SURYA
- Dukung Petani, DKPP Purworejo Gelar Sosialisasi Sarana Usaha Tani Tembakau TA 2026
- KONSULTASI DAN KOORDINASI PROGRAM KULIAH KERJA NYATA (KKN MAHASISWA) UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
- PELATIHAN PENGAWAS KEAMANAN PANGAN SEGAR
- Jamur Tiram, Peluang Usaha yang Masih Terlupakan: KWT Sekar Tani Gowong Belajar Langsung dari Praktisi
Penanggulangan Hama Keongmas pada Tanaman Padi

Keberadaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Keongmas sudah sangat meresahkan para petani, terlebih untuk tanaman padi yang masih berada diusia muda. Keong mas memakan batang dan daun benih padi yang baru saja ditanam. Ada beberapa cara untuk mengurangi populasi keong mas tersebut, diantaranya dengan pestisida, pengambilan keong, menjatuhkan telur keong ke air agar tidak menetas dan memasang perangkap. Yang paling efektif ialah dengan memasang perangkap dengan batang pohon pepaya yang dibelah dipasang pada areal sawah yang bayak serangan keong mas, kalau sudah terkumpul tinggal di masukkan ke wadah, untuk makanan ikan atau bebek. Untuk penanganan dengan pestisida dikhawatirkan cangkang dari keong mas tersebut bisa mengenai bahkan melukai kaki petani yang bisa menimbulkan infensi.
Namun dengan menggunakan batang pohon pepaya bisa dipakai lagi, kalau dengan daun pisang / talas hamya sekali pakai. Hal ini diharapkan dapat mengurangi populasi OPT Keongmas yang sangat mengganggu para petani


.png)



