- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
- Tingkatkan Akurasi Data Hasil Panen, DKPP Purworejo Bersama PPL dan Pemdes Kesugihan Gelar Kegiatan Ubinan Padi
- Bimbingan Teknis Program Subali Sapira Tingkatkan Pengetahuan Peternak Sapi di Desa Kedungpomahan Kulon Kecamatan Kemiri
- Gerdal OPT Tanaman Tembakau di Pacekelen Purworejo
- Tim UPT Puskeswan Sosialisasikan SIMKESWAN dan Laksanakan Pelayanan Kesehatan Hewan di 51Farm Karangsari
Tak Lagi Bergantung Pestisida Kimia, Petani Kambangan Produksi Sendiri Agensi Hayati Trichoderma

Tak Lagi Bergantung Pestisida Kimia, Petani Kambangan Produksi Sendiri Agensi Hayati Trichoderma
Bruno, 7 Juni 2026 – Langkah nyata menuju pertanian yang lebih sehat dan mandiri kembali ditunjukkan oleh Kelompok Tani Makmur Tani Desa Kambangan, Kecamatan Bruno. Pada Selasa (7/7/2026), seluruh anggota kelompok tani mengikuti praktik intensif perbanyakan Agensi hayati Trichoderma menggunakan isolat Trichoderma sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap fungisida kimia sekaligus meningkatkan kemampuan petani dalam mengendalikan penyakit tanaman secara mandiri.
Kegiatan yang berlangsung secara praktik langsung ini dipandu oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Bruno bersama PPL Wibi Kambangan. Para petani tidak hanya menerima teori, tetapi juga mempraktikkan seluruh tahapan perbanyakan, mulai dari penyiapan media padat, sterilisasi, inokulasi isolat, hingga teknik penyimpanan agar Trichoderma tetap aktif dan siap diaplikasikan di lapangan.
Kepala Desa Kambangan, Amin Suroso, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas semangat para petani yang terus beradaptasi dengan teknologi budidaya ramah lingkungan.
"Petani tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu memproduksi sendiri kebutuhan Agensi hayati sehingga lebih mandiri, biaya produksi menurun, dan lingkungan tetap terjaga," ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sugito dan Sholekhan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan penerapan pengendalian hayati di tingkat petani.
Sugiyo, Petugas POPT Kecamatan Bruno menjelaskan bahwa “Trichoderma merupakan jamur antagonis yang mampu menekan perkembangan berbagai penyakit tular tanah seperti layu Fusarium, busuk akar, dan penyakit rebah semai. Penggunaan Agensi hayati juga membantu memperbaiki kesehatan tanah sehingga tanaman tumbuh lebih kuat dan produktif”
Hari Prabowo, S.TP, PPL Wibi Kambangan menambahkan bahwa “kemampuan memperbanyak Trichoderma secara mandiri akan menjadi bekal penting bagi kelompok tani untuk menghadapi tantangan budidaya yang semakin kompleks”.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Seluruh anggota kelompok tani aktif mengikuti setiap tahapan praktik dan berdiskusi mengenai penerapan Trichoderma pada komoditas yang mereka usahakan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa transformasi pertanian tidak selalu dimulai dari teknologi mahal, tetapi dari meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani. Dengan mampu memproduksi Agensi hayati sendiri, Kelompok Tani Makmur Tani membuktikan bahwa petani dapat menjadi pelaku utama dalam mewujudkan pertanian yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.






