- Dukung Petani, DKPP Purworejo Gelar Sosialisasi Sarana Usaha Tani Tembakau TA 2026
- KONSULTASI DAN KOORDINASI PROGRAM KULIAH KERJA NYATA (KKN MAHASISWA) UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
- PELATIHAN PENGAWAS KEAMANAN PANGAN SEGAR
- Jamur Tiram, Peluang Usaha yang Masih Terlupakan: KWT Sekar Tani Gowong Belajar Langsung dari Praktisi
- BPP Purworejo Dampingi Petani adakan Gerdal Tikus di Kelompok Tani Ngudi Makmur Semawung
- Lapor Langsung Direspons! Tim Keswan Purworejo Selamatkan Sapi Betina Produktif di Kedungpomahan Kulon kecamatan Kemiri
- SERENTAK! PETANI DESA MAJIR KENDALIKAN HAMA WERENG BATANG COKELAT PADA TANAMAN PADI
- Melangkah Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan: Sinergi DKPP dan Kelompok Tani Rimba Sari di Desa Pamriyan
- Dari Kandang ke Produk Bernilai Jual, Peternak Kambing Kaligesing Dibekali Strategi Pengembangan Susu Kambing
- Dari Analisa Usaha hingga Fermentasi Pakan, Peternak Purworejo Digembleng Seharian
Penanganan Gigitan Binatang yang Berpotensi Menularkan Rabies

Berdasar laporan dari PPL Kec. Bagelen terdapat warga dari Dsn. Durenombo digigit kucing (Hewan Pembawa Rabies/HPR), sehingga kedua punggung tangan bengkak & sudah diberikan pengobatan oleh bidan desa setempat.
Pada hari Jumat, 27 Nov 2020 dari Bidang Peternakan DinPPKP dan Dukuh Dsn. Durenombo melakukan penelusuran & KIE terkait gigitan HPR tsb.
Kronoligis :
Ny. R memiliki seekor kucing betina (Plonthang) yg baru saja beranak, suatu hari Ny. R diberi seekor kucing oleh terangganya, setiba dirumah kucing milik Ny. R menyerang kucing pemberian tetangga yg dipegang oleh Ny. R sehingga tangan Ny. R yg tergigit oleh kucing miliknya sendiri.
Dari keterangan Ny. R dan dari hasil pemeriksaan, kucing dalam keadaan sehat dan aktif namun tidak menunjukkan gejala RABIES.
Kucing tersebut menggigit pemiliknya karena terpicu adanya kucing pendatang baru yg dibawa Ny. R, sementara kucing milik Ny. R dalam kondisi baru mempunyai anak (yg masih kecil), sehingga kucing tsb secara naluriah menjadi lebih protektif dan berusaha untuk melindungi anaknya.
RABIES (penyakit anjing gila)....
adl penyakit fatal yg menyerang sistem syaraf semua jenis hewan berdarah panas & manusia. Penyakit ini bersifat ZOONOSIS (menular dari hewan ke manusia).
PENYEBAB...
Virus (LYSSAVIRUS) yg ditularkan melalui air liur hewan penderita rabies.
Hewan Pembawa Rabies (HPR) yg umum di Indonesia : anjing, kucing & kera.
Masa tunas rabies
* pada hewan timbul 3 - 6 minggu,
* pada manusia timbul 2 -8 minggu tergantung parah tidaknya luka gigitan, jumlah gigitan, lokasi gigitan (semakin dekat otak = berbahaya)
TANDA-TANDA RABIES
PADA HEWAN
* Bersembunyi ditempat gelap dan dingin
* Memakan benda-benda asing, contoh : batu, kayu dll
* Ekor berada diantara kedua paha
* Mulut terbuka, lidah terjulur dan keluar liur berlebihan
* Menyerang/menggigit apa saja yang dijumpai
* Kejang-kejang disus dgn kelumpuhan
* Biasanya mati setelah 4-7 hari setelah gejala pertama timbul.
PADA MANUSIA
* Sakit, mual, nafsu makan turun
* Air liur & air mata keluar berlebihan
* Kepekaan terhadap air & sinar semakin tinggi
* Takut pada air yg berlebihan
* Kejang-kejang disusul dgn kelumpuhan
* Pada umumnya penderita mati setelah gejala/tanda pertama timbul.
CARA MENANGANI RABIES
PADA MANUSIA
* Cuci luka gigitan secepatnya dengan sabun/detergent selama 5 - 10 menit, bersihkan/bilas dengan air mengalir dan beri luka dgn Alkohol 70 % atau Betadin.
* Segera bawa ke Puskesmas/Rumah Sakit/Dokter untuk mwndapat perawatan berupa suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR), tergantung dari hasil pemeriksaan Dokter.
PADA HEWAN
* Hewan penggigit harus segera ditangkap hidup-hidup, bila mungkin segera laporkan ke Dinas yang menangani kesehatan hewan
* Hewan akan dikarantina selama 14 hari (biasanya hewan penderita rabies akan mati)
* Hewan yg mati karena rabies akan dikirim specimen/kepalanya ke Laboratorium yang berkompeten.
CARA MENGHINDARI RABIES
1. Hindari kejadian gigitan HPR
2. Vaksinasi Rabies pada anjing, kucing dan kera (HPR) secara teratur setiap tahun.
(biaya ditanggung oleh pemelihara hewan tsb)
3. Jangan bawa HPR ke tempat/daerah tertular rabies.






