- Dukung Petani, DKPP Purworejo Gelar Sosialisasi Sarana Usaha Tani Tembakau TA 2026
- KONSULTASI DAN KOORDINASI PROGRAM KULIAH KERJA NYATA (KKN MAHASISWA) UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
- PELATIHAN PENGAWAS KEAMANAN PANGAN SEGAR
- Jamur Tiram, Peluang Usaha yang Masih Terlupakan: KWT Sekar Tani Gowong Belajar Langsung dari Praktisi
- BPP Purworejo Dampingi Petani adakan Gerdal Tikus di Kelompok Tani Ngudi Makmur Semawung
- Lapor Langsung Direspons! Tim Keswan Purworejo Selamatkan Sapi Betina Produktif di Kedungpomahan Kulon kecamatan Kemiri
- SERENTAK! PETANI DESA MAJIR KENDALIKAN HAMA WERENG BATANG COKELAT PADA TANAMAN PADI
- Melangkah Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan: Sinergi DKPP dan Kelompok Tani Rimba Sari di Desa Pamriyan
- Dari Kandang ke Produk Bernilai Jual, Peternak Kambing Kaligesing Dibekali Strategi Pengembangan Susu Kambing
- Dari Analisa Usaha hingga Fermentasi Pakan, Peternak Purworejo Digembleng Seharian
Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Padi OPT Ramah Lingkungan di Kemirilor

Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Padi OPT Ramah Lingkungan di Kemirilor
Oleh : Sugiyo POPT Kemiri
Kelompok Tani Tani Makmur di Desa Kemirilor melaksanakan gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) khususnya Penggerek Batang Padi (PBP). Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota kelompok tani yang didampingi oleh petugas Satpel Pelintan Kedu, POPT Kemiri dan PPL wilayah kemiri guna mengamankan produksi padi dari ancaman puso. Fokus utama aksi ini adalah menekan populasi hama sejak dini dengan cara yang berkelanjutan dan tidak merusak ekosistem sawah.
Aksi serentak ini dilaksanakan dibeberapa wilayah indonesia, dan di kemiri dlaksanakan bertempat di hamparan lahan persawahan milik Kelompok Tani Tani Makmur, Kemirilor. Pengendalian dilakukan tepat pada persemaian tanaman padi. Pemilihan waktu yang presisi ini bertujuan agar siklus hidup hama dapat diputus sebelum berkembang dan masuk ke dalam batang padi dan menyebabkan gejala sundep maupun beluk.
Alasan utama penggunaan metode bumbung konservasi adalah untuk menyelamatkan musuh alami, seperti tawon parasitoid Trichogramma sp. Petani mengumpulkan kelompok telur penggerek batang dari daun padi, lalu memasukkannya ke dalam bumbung yang terbuat dari Bambu atau botol plastik bekas. Botol tersebut dilubangi; lubang ini didesain agar larva penggerek yang menetas akan terjebak dan mati di dalam botol, sementara tawon parasitoid yang ukurannya jauh lebih kecil dapat keluar untuk kembali memparasit telur hama di lapangan.
Selain bumbung konservasi, pengendalian diperkuat dengan penyemprotan Agensia Pengendali Hayati (APH) yang ramah lingkungan, berupa bakteri Bacillus thuringiensis dan Serratia sp. APH ini disemprotkan secara merata ke tanaman untuk melumpuhkan hama tanpa membunuh serangga bermanfaat. Dengan kombinasi pemanfaatan limbah botol bekas dan bahan organik ini, Kelompok Tani Tani Makmur berhasil menekan biaya produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan Desa Kemiri Lor agar tetap sehat dan produktif.






