- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH

DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Purworejo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Kegiatan Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Kurban pada Senin, 25 Mei 2026. Rakor ini dilangsakan sebagai bentuk refresher terhadapa pemeriksaan antemortem dan postmortem, karena kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap Idul Adha.Rapat koordinasi ini berfokus pada pembekalan tim pengawas mengenai kriteria teknis pemilihan hewan serta standarisasi proses penyembelihan dan pasca-penyembelihan.
Dalam pemaparannya, tim ahli menekankan pentingnya mendeteksi ciri-ciri fisik ternak yang sehat untuk menjamin kualitas daging kurban. Hewan yang layak harus memenuhi indikator klinis normal seperti napas teratur, berdiri tegak, tidak ada luka, bola mata bening, serta cermin hidung yang basah. Sebaliknya, tim pengawas diminta waspada terhadap gejala hewan sakit seperti tampak lesu, mata sayu, bulu kasar, hingga cermin hidung kering yang mengindikasikan demam atau dehidrasi.
Selain kesehatan hewan (antemortem), fokus utama koordinasi ini juga tertuju pada penanganan daging yang higienis serta tata kelola limbah kurban. Berdasarkan evaluasi lapangan, banyak ditemukan adanya infestasi cacing hati pada hewan kurban, sehingga diharapkan Tim Pemeriksaan Hewan Kurban dapat jeli dalam memeriksa postmortem, untuk menghasilkan daging yang Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH)






