- Dukung Petani, DKPP Purworejo Gelar Sosialisasi Sarana Usaha Tani Tembakau TA 2026
- KONSULTASI DAN KOORDINASI PROGRAM KULIAH KERJA NYATA (KKN MAHASISWA) UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
- PELATIHAN PENGAWAS KEAMANAN PANGAN SEGAR
- Jamur Tiram, Peluang Usaha yang Masih Terlupakan: KWT Sekar Tani Gowong Belajar Langsung dari Praktisi
- BPP Purworejo Dampingi Petani adakan Gerdal Tikus di Kelompok Tani Ngudi Makmur Semawung
- Lapor Langsung Direspons! Tim Keswan Purworejo Selamatkan Sapi Betina Produktif di Kedungpomahan Kulon kecamatan Kemiri
- SERENTAK! PETANI DESA MAJIR KENDALIKAN HAMA WERENG BATANG COKELAT PADA TANAMAN PADI
- Melangkah Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan: Sinergi DKPP dan Kelompok Tani Rimba Sari di Desa Pamriyan
- Dari Kandang ke Produk Bernilai Jual, Peternak Kambing Kaligesing Dibekali Strategi Pengembangan Susu Kambing
- Dari Analisa Usaha hingga Fermentasi Pakan, Peternak Purworejo Digembleng Seharian
APLIKASIKAN TRICHODERMA PADA CABE, KELOMPOK TANI SIDO MAJU, JOGORESAN, PURWODADI HARAPKAN HASIL MAKSIMAL

PENGAPLIKASIAN TRICHODERMA PADA TANAMAN CABE
DI KELOMPOK TANI SIDO MAJU DESA JOGORESAN KECAMATAN PURWODADI
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Sekolah Lapang (SL) Agensi Hayati, Kelompok Tani Sido Maju Desa Jogoresan Kecamatan Purwodadi melaksanakan pengaplikasian agensi hayati Trichoderma hasil dari pelatihan pada Sekolah Lapang (SL) Agensi Hayati beberapa waktu yang lalu.
Kelompok Tani Sido Maju Desa Jogoresan melaksanakan aplikasi agensi hayati berupa pengecoran pada tanaman cabai di lahan cabai kelompok Tani Sido Maju Desa Jogoresan. Kegiatan ini dilaksankan pada hari Kamis Tanggal 12 Juni 2025. Kegiatan pengocoran agensi hayati Trichoderma diikuti oleh anggota kelompok tani peserta SL Agensi Hayati sejumlah 12 orang, dihadiri oleh PPL Wibi dan Koordinator PPL BPP Kecamatan Purwodadi.
Pengocoroan bisa dimulai saat tanaman berusia 7 sampai 10 HST (Hari Setelah Tanam). Ulangi setiap 10 hari sampai empat kali perlakuan. Untuk dosis pengocoran setiap 1 bungkus Trichoderma kira-kira 40 gram Trichoderma di larutkan dalam 10 -14 liter air dan dikocorkan pada tanaman cabai bagian bawah dekat akar. Tujuan dari pengocoran Trichoderma adalah untuk menjaga kesehatan akar, mencegah serangan patogen, dan membantu tanaman tetap produktif.
Penggunaan Trichoderma :
1. Hindari mencampur Trichoderma dengan pupuk atau pestisida kimia, karena dapat membunuh bakteri tersebut.
2. Trichoderma lebih efektif jika digunakan secara preventif sebelum tanaman terinfeksi patogen.
3. Trichoderma dapat membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia dan meningkatkan produktivitas tanaman.
Manfaat Trichoderma untuk Tanaman Cabe:
1. Mencegah Penyakit:
Trichoderma mampu menekan serangan patogen penyebab penyakit layu, hawar daun, dan penyakit akar.
2. Meningkatkan Pertumbuhan Akar:
Trichoderma membantu akar tumbuh lebih banyak dan kuat, sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi lebih efisien.
3. Meningkatkan Produksi:
Dengan kesehatan akar yang baik, tanaman cabe akan lebih produktif dan menghasilkan buah lebih banyak.
4. Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia:
Trichoderma membantu mengurai bahan organik di dalam tanah menjadi nutrisi yang dapat diserap tanaman, sehingga mengurangi kebutuhan pupuk kimia.
5. Ramah Lingkungan:
Trichoderma merupakan agen hayati alami yang aman bagi lingkungan dan tidak menimbulkan efek samping negatif.
(Nani Haryani Setianingrum, S.P. – PPL Purwodadi)






